Ujang Muhammad Hasan As‑Syatibi adalah seorang ulama dan pengasuh Pondok Pesantren Roudhotul Muta’allimin Lewo, Garut. Beliau dikenal karena dedikasinya dalam mendidik generasi muda, menyebarkan ilmu tauhid, fiqih, dan akhlak Islam.
Selain sebagai pengasuh pondok, beliau juga menjabat sebagai pimpinan HARUM (Himpunan Alumni Roudhotul Muta’allimin Lewo), organisasi yang menaungi para alumni pesantren Lewo. Dalam peran ini, beliau membimbing para alumni agar tetap menjaga nilai-nilai keilmuan dan akhlak yang telah diperoleh selama menimba ilmu di pondok.
Dengan gelar As‑Syatibi, beliau membawa tradisi keilmuan dari para pendahulunya dan menanamkan nilai-nilai keagamaan yang kuat bagi para santri. Sosoknya dihormati tidak hanya oleh keluarga dan santri, tetapi juga masyarakat luas.
Silsilah Keluarga
Ayah: Ahmad Syatibi / Mama Entib As‑Syatibi – ulama dan pengasuh pesantren terkemuka di Garut.
Ibu: Siti Sholihah – Ning Pondok Pesantren Minhajul Karomah Banjar.
Beliau belajar secara intensif dari ayahnya, Ahmad Syatibi / Mama Entib As‑Syatibi, sehingga ilmu yang diperoleh diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga.
Pendidikan dan Perjalanan Ilmu
Sejak kecil, Ujang Muhammad Hasan belajar langsung dari ayahnya, Ahmad Syatibi / Mama Entib As‑Syatibi, seorang ulama terkemuka di Garut.
Pendidikan formal pesantren di Garut, mempelajari kitab kuning, fiqih, tauhid, dan akhlak Islam.
Ilmu yang diperoleh dari ayahnya menjadi fondasi kuat bagi perjalanan keilmuan beliau.
Selain pendidikan dari keluarga, beliau juga belajar di pesantren lain untuk memperluas wawasan pengajaran dan dakwah.
Pengabdian di Pondok Pesantren Lewo dan HARUM
Pendidikan agama bagi santri dari dasar hingga tingkat lanjut.
Mengadakan pengajian rutin Reboan dan kajian tauhid.
Membimbing santri agar menjadi generasi pemimpin yang berakhlak dan berilmu.
Membina komunitas pesantren dan masyarakat di sekitar Lewo.
Sebagai pimpinan HARUM, beliau membimbing alumni pesantren Lewo agar:
Tetap menjaga nilai-nilai keilmuan dan akhlak yang diperoleh dari pesantren.
Menjalin silaturahim antar alumni dan santri aktif.
Berperan aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan Islam di Garut.
Istri dan Anak
Istri Pertama: Iis Siti Hafsoh
Ali Muhammad Hudori
Robiatul Mahbubah
Istri Kedua: Lelli Nurfaridah
Desri Sariyamah
Sania Siti Zulva
Mutiara Syntiah
Raffi Muhammad As‑Syatibi
Zulpikor As‑Syatibi (Wafat)
Neng Diana
Istri Ketiga: Yani Wulandari
Alfiyah Thuzahro
Sulis Salasatul Waladiyah
Prestasi dan Warisan
Mengembangkan Pondok Pesantren Lewo sebagai pusat pendidikan Islam di Garut.
Banyak santri beliau yang menjadi pengajar, ustaz, atau tokoh masyarakat.
Meninggalkan warisan ilmu, karakter, dan keteladanan yang dihormati oleh generasi santri.
Kajian dan pengajian beliau terekam dalam video dan arsip audio yang masih bisa diakses hingga kini.
Perannya sebagai pimpinan HARUM membuat jaringan alumni pesantren Lewo tetap aktif dan terorganisir dengan baik.
Galeri dan Pengajian
Kumpulan foto kegiatan pesantren, pengajian, dan dakwah Kyai Ujang Lewo.